Sumber Daya Manusia Aset Penting yang Wajib Dijaga

Tumbuh dan besar dalam perkebunan kelapa sawit membuat Vallauthan Subraminam sangat mencintai tanaman peng hasil “emas cair” ini. Kecintaan itu mengalir alami dalam diri seiring interaksinya dengan sawit dalam keseharian. “Saya dari kecil di kebun. Orang tua saya pun di kebun sawit di Malaysia. So, dari kebun kita tumbuh, dari situ ada passion,” ujarnya memulai perbincang an dengan AGRINA. Saat dewasa, Valla, sapaannya berkeingin an besar mengabdikan diri pada industri sawit. Keinginan itu mewujud. Ia mengawali karir sebagai Assistant Manager di Kemayan Palm Oil Berhad, Sabah, Malaysia pada 1980. Selepas menempuh pendidikan Higher NationalDi ploma bidang Manajemen di Institute of Supervisory Management, Inggris pada 1986, ia melan jutkan pekerjaan sebagai Plantation Manager di perusahaan yang sama. Valla lalu menduduki posisi Presiden Direktur PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tbk., perusahaan sawit berbasis di Jakarta dan Kalimantan Tengah, sejak 31 Agustus 2016 hingga sekarang. Empat puluh tahun sudah pria asal Malaysia berdarah India ini bergelut dengan sawit. Tak pelak, nilai kebijaksanaan tanam an bernama latin Elaeis guineensisitu merasuk dalam hidup. “Saya sangat-sangat mencintai pohon itu (sawit) karena bisa memberi kehidupan ke masyarakat banyak, menghasilkan minyak baik yang mengandung vitamin dan khasiat, serta bisa memberi makan populasi dunia,” paparnya. Sawit memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti itu pula filosofi hidup Valla, ‘berbuat yang terbaik untuk orang lain’.

Berbuat Terbaik

Memegang teguh filosofi hidup, penikmat masakan ikan bawal ini selalu men dukung orang-orang di sekitar, khususnya karyawan SSMS agar menjadi lebih baik. Valla mengistilahkan dengan naik satu tahap lebih tinggi. “Siapapun masuk ke perusahaan kami, tidak boleh keluar dengan pengetahuan lama. Dia harus keluar dengan pengetahuan yang baru,” katanya. Jika ada karyawan yang mundur dari SSMS masih membawa pengetahuan lama seperti saat pertama kali bergabung, Valla menganggap sebagai kesalahannya. Sebab, itu berarti perusahaan tidak berkontribusi apapun terhadap mereka. Pria yang gemar berolah raga ini juga menekankan para staf untuk berpikiran terbuka. “Jangan batasi dengan pikiran yang terbatas. Karena, Anda bisa kerdilkan diri dengan pikiran yang terbatas. Dan you (Anda) akan masuk ke dalam kotak, you tidak bisa bangkit menjadi besar,” tandasnya. Ia senantiasa mengingatkan agar memperlakukan orang lain la yak nya kepada diri sendiri. Dengan begitu, kita akan menghormati sesama dan me lakukan yang terbaik tanpa membeda kan warna kulit, suku, bangsa, dan agama. “Di situlah kita bisa keluar dari kotak ke out of mindset (di luar pola pikir),” ulas penyuka bacaan majalah, buku bertema pe ngem bangan diri, isu terkini, dan bisnis ini. Membaca buku, bagi Valla adalah salah satu suplemen pembentuk pikiran positif. “Mulai hari dengan membaca yang baik supaya satu hari itu penuh dengan pikiran berbuat baik,” kata pria yang selalu ba ngun jam 5 pagi dan mengawali hari dengan membaca. Bahkan, dalam perjalanan menggunakan pesawat pun ia manfaatkan buat membaca jika pagi hari tidak sempat. “Saya suka membaca supaya bisa belajar dari guru dan pengalaman yang lalu. Dan, saya selalu bereksperimen, mencoba pengetahuan baru kemudian membaginya ke anggota tim supaya mereka bisa jadi lebih hebat,” serunya.